Mimpi gak ya?

                Halo sahabat blogger hi onion head, Perkenalkan saya seorang blogger yang kuper hahaha, nama saya Nurul ilmi, dan panggilan saya ilmi. Berhubung blog gua ini jarang di update tulisannya, kali ini gua akan menulis pengalaman gua, cerita nyata menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), institut yang menghasilkan orang-orang hebat di negeri ini, seperti Bung Karno, Pak BJ Habibie dan masih banyak lagi. Sebenernya gua dah mau nulis ini beberapa bulan yang lalu, tapi gak jadi-jadi karena berbagai alasan. Oke, mari kita mulai ceritanya..!!relax1 onion head

                Masuk PTN dan menjadi mahasiswa di universitas atau Institut ternama adalah impian dari setiap siswa SMA yang mau lulus. Gua juga mengalami itu, impian menjadi mahasiswa dan berkuliah di ITB, ketika mau lulus SMA.hehehe hehe onion headSebenernya impian gua ini bukan baru sih, waktu SD gua ingin banget berkuliah di Universitas Indonesia ( UI ), dulu gua suka karena nama universitasnya ada kata “INDONESIA” dan gua yakin, orang yang bodoh seperti gua ini bisa menimba ilmu yang banyak di UI. Tapi kemudian impian gua berubah ketika gua mengetahui bahwa bung karno itu dulu kuliah di ITB, yang dulu bernama technische hooge school te bandung, dan gua jadi ingin berkuliah di ITB silence onion head. Impian dari masa kecil gua menjadi seorang arsitek, dan berhubung di ITB ada jurusan arsitektur, maka gua berusaha untuk masuk ITB, walaupun dulu sempet mikir, apakah orang yang bodoh, jorok dan males beresin kamar seperti gua ini bisa masuk ITB..? hahahasilence onion head

"Zhang Da" Kisah Anak Teladan dari Negeri China

Hahh.. berhubung gua gak bisa tidur.. gua mau share cerita yang gua yakin membuat kalian bersyukur banget.. Gua dapet artikel ini di salah satu forum

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.


Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.

Sejak ia berusia 10 tahun (tahun 2001) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.

Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.

Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.